"...ku ibarat pasir di pantai,ombak yang membelai ibarat kasih sayangmu yang setia menemani diriku di setiap detik berlalu,tanpa kenal erti lelah dan kesetiaan yang tidak berbelah bagi, walau siang atau malam, walau bergelora atau tenang, walau ribut atau diiringi bayu yang menghembus manja...kau tetap setia membisik irama ombak yang merdu, membelai hatiku dengan kasih sayangmu,walau apa jua keadaan dan waktu, ku menghargai kesetiaan dirimu, namun ku ibarat pasir di lautan gurun andai ku tidak merasai lagi belaian kasih sayangmu yang setia membelai, ku akan menjadi pasir yang tidak berharga lagi, hanya ditemani angin lalu yang kau titipkan dari kejauhan, yang kurasai bukan lagi kehangatan kasihmu namun mentari yang membakar luluh hatiku...alangkah indah andai ku menjadi sebutir pasir di lautan dalam,namun ku tetap merasai belaian kasih sayangmu..."
keindahan nur kasih
ada tika indah itu umpama embun hilang ditelan mentari pabila kita tidak pernah menghargai sedangkan indah itu sering menemani memberi erti dan kekuatan itu lah keindahan nur kasih dan pabila ia hilang kita mula merasai kehilangan yang indah dulu cukup bernilai setelah ditinggalkan dibuang begitu saja sedangkan keikhlasan yang sekian lama berjuang menghadirkan cinta buatmu dipandang sepi setelah tidak lagi memberi makna dalam diri mungkin yang terluka sering mencari makna hati setelah tidak lagi merasai indah dan bahgia dari hati yang dimiliki kini kerna yang tercampak jauh itu memberi makna tersendiri mungkinkah akan kembali atau rayuan itu sekadar bayu berlalu kerana ia terluka dan sengsara dan kini ia digenggam erat oleh hati yang hadir membasuh luka membelai dengan jiwa dengan sayang yang menghargai dengan hati tulus ikhlas membelai rasa...

...at 0230...
ReplyDeleteKini ramalanku benar belaka...
ReplyDelete